Ada Apa Dibalik Data Amdal Samarinda ?

Home / Peristiwa / Daerah / Ada Apa Dibalik Data Amdal Samarinda ?
By
In Daerah

SAMARINDA- Bila hingga Selasa (29/1/2013) Badan Lingkungan Hidup (BLH) Samarinda tidak juga memberikan data Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) tambang yang di Samarinda, maka Jaringan Advokasi Hukum Tambang (Jatam) Kaltim bakal melanjutkan proses hukum terhadap BLH Samarinda. Hal itu dilakukan karena BLH Samarinda dianggap mengingkari keputusan sidang Komisi Informasi (KI) pada mediasi tanggal 28 Desember lalu di kantor KI Kaltim. Dalam keputusan itu, paling lambat 23 Januari 2013 BLH sudah harus menyerahkan data Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) tambang se-Samarinda kepada Jatam. 

Dijelaskan Merah Johansyah, Kepala Divisi Hukum Jatam Kaltim, pihaknya sudah mendatangi kantor BLH Samarinda untuk meminta data yang dimaksud. Namun, untuk mendapatkan data tersebut BLH Samarinda kembali mempertanyakan bukti legalnya Jatam sebagai salah satu organisasi yang ada di Kaltim. BLH meminta Jatam melengkapi persyaratan meliputi akta notaris serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

“Kita sudah berikan kata notaris dan disitu sudah ada AD/ART. Kita berikan itu bukan karena kewajiban. Tapi karena niat baik kita karena tidak ada dalam kesepakatan,” katanya.

Hingga Senin (28/1/2013) menurut Merah, terhitung 3 kali pihaknya mendatangi BKH Samarinda.

“Kita mengajukan sengketa informasi di KI itu sudah sesuai prosedur. Bagaimana tata cara pelaporan individu atau perorangan. Kalau dia (BLH) minta lagi AD/ART, SKT (Surat Keterangan Terdaftar), ini namanya sudah mengingkari keputusan KI. Keputusan KI itu sama dengan keputusan pengadilan. Bila hingga hari ini, Selasa (29/1) BLH juga tidak memberikan data, kita akan melanjutkan proses hukum,” kata Merah.

Merah menilai, adanya keengganan, bahkan tidak ada itikad baik BLH Samarinda memberikan data tersebut menimbulkan tanda tanya besar ada apa dengan data Amdal tambang di Samarinda, apakah data Amdal tersebut benar – benar ada.

“Ini sebenarnya yang menjadi tanda tanya Jatam selama ini. Apakah data Amdal-memang ada. Contohnya saja, ada tambang di dalam permukiman. Nah, bagaimana Amdal-nya itu. Kalau memang ternyata data Amdal-nya tidak ada tetapi tiba – tiba ada, itu sudah pelanggaran luar biasa,” katanya.

Sumber : www.tribunnews.com

Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.