Akses Informasi Dibalas Ancaman

Home / Peristiwa / Daerah / Akses Informasi Dibalas Ancaman
By
In Daerah

DEPOK–Hak warga atas informasi publik tak serta merta mendapat sambutan baik dari badan-badan pelayanan publik. Apalagi jika informasi tersebut terkait rekam kerja badan terkait. Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok dan Dinas Kesehatan Depok, misalnya, mengeluarkan reaksi berbeda terkait akses informasi mengenai gizi buruk.

Wartawan Sinar Harapan, Robino Hutapea (47), menerima respon baik dari Dinas Kesehatan terkait informasi gizi buruk. Namun kemudian ia menerima telepon yang mengancam dirinya. Seseorang yang mengaku bernama Muktar meminta agar berita gizi buruk diralat karena dia tidak setuju dengan penyebutan identitas pasien.

Muktar, si penelepon itu, tidak menjelaskan kapasitasnya sebagai apa dalam kasus Rizki, pasien gizi buruk. “Saya tidak tahu maksudnya apa. Informasi mengenai gizi buruk saya dapatkan dari Kepala Dinas Kesehatan Depok Hardiono,” kata Robino, Rabu (25/5/2011).

Robino sebelumnya membuat berita mengenai adanya pasien gizi buruk atas nama Salsabila (satu tahun) dan Rizki (enam bulan), Selasa (24/5/2011) siang. Berita berjudul ” Balita Gizi Buruk Dirawat di RSUD” itu muncul pukul 15.06 pada hari yang sama di situs www.sinarharapan.co.id.

Salsabila dan Rizki sudah meninggalkan rumah sakit pada Senin (23/5/2011) malam. Salsabila kekurangan gizi sehingga berat badannya di bawah normal. Kini warga RW 21, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, ini menjalani perawatan di Puskesmas Sukmajaya. Sementara Rizki menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, karena selain berat badannya kurang, dia mengalami kelainan jantung. Berat badannya hanya 5 kilogram, sedangkan idealnya anak seusianya mempunyai berat badan 9-10 kilogram.

Sementara RSUD Depok juga berhati-hati dalam memberikan informasi mengenai identitas pasien gizi buruk saat Salsabila dan Rizki menjalani perawatan di rumah sakit itu. Humas RSUD Depok, Beti S, mengatakan, pihak rumah sakit tidak mendapatkan izin dari keluarga untuk memberitakan identitas pasien. “Karena menyangkut penyakit seseorang, kami tidak dapat memublikasikan berita ini tanpa izin keluarga,” katanya.

Sikap RSUD Depok berbeda dengan sikap Dinas Kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Depok Hardiono justru memberikan penjelasan panjang lebar mengenai pasien, lengkap dengan identitasnya. Hardiono menekankan mengenai proses penanganan pasien gizi buruk. “Ini fakta, jadi kami harus menjelaskan proses penanganan agar masyarakat tahu,” kata Hardiono.

Sumber: diolah dari Kompas, Ada yang Tidak Senang Berita Gizi Buruk
Foto: Kompas

 

Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.