Budaya Ewuh Pakewuh Hambat Transparansi Informasi

Home / Peristiwa / Pusat / Budaya Ewuh Pakewuh Hambat Transparansi Informasi
By
In Pusat

JAKARTA- Penerapan Undang-Undang (UU) tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) masih terhambat kesiapan sosio-kultural birokrasi. Pasalnya, dinamika budaya stagnan pada bingkai klientalisme alias hubungan patron klien atasan-bawahan, atau guru dan murid.

Akses informasi bagi kebermanfaatan masyarakat luas pun diusulkan dilakukan melalui pendekatan sosial budaya, pembentukan badan di luar sistem yang memiliki akses ke pusat informasi, serta optimalisasi aspek legal.

“Masyarakat masih gagap dalam keterbukaan ini akibat kultur enggak siap. Karena hubungan hirarkis belum selesai,” ujar antropolog UI Miftahus Surur, dalam dialog ‘Implementasi UU KIP masih Abaikan Masyarakat Kelas Bawah’, di Jakarta, Kamis (11/8).

Budaya masyarakat yang terbawa dalam sistem birokrasi, sambungnya, berbentuk kebiasaan tolong-menolong yang berlaku dalam semua aspek, positif dan negatif. Hal itu terkait pula dengan relasi klientalisme yang kental di masyarakat. Sehingga, informasi lebih dimiliki oleh lingkaran relasi tertentu saja. (OL-8)

Sumber: Media Indonesia

Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.