Data Tidak Terintegrasi, Santri Belum Tersentuh Jaminan Kesehatan

Home / Analisa / Diskusi & Wawancara / Data Tidak Terintegrasi, Santri Belum Tersentuh Jaminan Kesehatan

JAKARTA—Perkumpulan Media Lintas Komunitas (MediaLink) menilai bahwa integrasi data santri dan pesantren di Indonesia semakin penting guna memastikan jaminan kesehatan yang lebih inklusif. Selama ini, santri dan pesantren senantiasa dimunculkan ke permukaan sebagai tameng Islam moderat dan kebhinekaan di Indonesia, tetapi hak-hak sosial mereka jarang dibicarakan.

“Jumlah pesantren di Indonesia mencapai 28 ribu lebih dengan santri sebanyak 4 juta lebih. Mereka tinggal jauh terpisah dari keluarga dan tempat asal. Sampai sejauh ini, belum ada skema jaminan kesehatan yang mencakup mereka,” ujar Mujtaba Hamdi, Direktur MediaLink, pada Kamis (8/6) di Jakarta.

Lebih jauh, Mujtaba mengemukakan, tidak semua santri berasal dari keluarga mampu. Bahkan, justru sebagian besar berasal dari keluarga tidak mampu. Namun hal ini masih sulit diidentifikasi, dikarenakan data yang tidak terintegrasi. “Kementerian Agama memilki data pesantren dan santri, tetapi data tersebut tidak terhubung dengan data Kementerian Sosial yang bertanggung jawab terhadap skema jaminan sosial untuk keluarga tidak mampu, misalnya. Begitu pula tidak terhubung dengan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ucap Mujtaba.

Fakta di lapangan pun menunjukkan tingkat kesehatan santri yang rentan. “Hampir setiap bulan selalu ada santri yang jatuh sakit,” ujar Astin Meiningsih, peneliti MediaLink yang melakukan penelitian mengenai santri dan jaminan kesehatan di Wonosobo. “Memang ada fasilitas kesehatan pondok pesantren yang mampu menangani penyakit-penyakit ringan. Namun, ketika membutuhkan diagnosa dan penanganan lebih lanjut, mereka tidak memiliki jaminan kesehatan. Sementara, sebagian besar santri di Wonosobo berasal dari kalangan tidak mampu,” lanjut Astin.

Oleh karena itu, MediaLink mendesak pemerintah agar segera mengupayakan terobosan baru untuk mengintegrasikan data santri dan pesantren dalam rangka memastikan mereka masuk dalam cakupan jaminan kesehatan, terutama Peserta Bantuan Iuran (PBI) bagi santri yang berasal dari keluarga tidak mampu.

“Bagi kami, agenda ini sangat penting setidaknya karena dua hal. Pertama, untuk mempercepat target cakupan semesta (universal coverage) 2019. Kedua, untuk memperkuat generasi Islam moderat dengan memastikan hak-hak sosial mereka terpenuhi,” pungkas Mujtaba.

Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.