Digitalisasi Penyiaran Butuh Biaya Besar

Home / Peristiwa / Pusat / Digitalisasi Penyiaran Butuh Biaya Besar
By
In Pusat

JAKARTA – Era digitalisasi dalam penyiaran televisi memakan biaya yang tidak sedikit. Beberapa kalangan ahli maupun praktisi komunikasi menilai terobosan tersebut memberikan dampak di berbagai aspek.

“Sosialisasi belum cukup, digitalisasi ini juga akan menyangkut dengan kesiapan hardware, kita bisa lihat nanti bagaimana stasiun televisi akan memodifikasi atau membeli peralatan baru dengan biaya yang tidak sedikit.” ujar Eduard Depari, penasehat senior di Royston Advisori kepada okezone, di Mahkamah Konstitusi, Selasa (13/3/2012).

Tidak hanya stasiun televisi yang harus mendukung dari segi peralatan dan kesiapan lainnya. Namun, masyarakat juga harus memiliki kesiapan secara ekonomi untuk bisa menikmati tayangan televisi melalui perangkat set top box (STB). Pemerintah juga telah menghitung estimasi biaya yang nantinya akan dikeluarkan.

“Untuk household (rumah tangga) di seluruh wilayah Indonesia, dibutuhkan dana paling sedikit Rp15 triliun untuk menyediakan perangkat tersebut secara merata,” terangnya.

“Masyakarat akan mengalami ketidakmampuan menikmati akses, karena mereka tidak memiliki perangkat itu. Harus ada set top box dengan harga yang tidak murah.” tambahnya.

Dengan adanya digitalisasi ini, masyarakat akan mengalami perubahan dari segi sosial dan perubahan juga terjadi pada pengelola stasiun televisi itu sendiri.

“Ada diskriminasi sosial berdasarkan status ekonomi dengan timbulnya kesenjangan atau gap antara yang kaya dan miskin. Dari segi produksi, ini akan mengeluarkan biaya yang tinggi apabila memproduksi dua materi siaran sekaligus secara analog dan digital,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Morissan sebagai akademisi atau praktisi komunikasi, ia menilai penerapan digitalisasi ini harus melibatkan semua pihak dan membutuhkan waktu agar semua lini siap menerimanya.

“Ini harus melibatkan banyak pihak, termasuk media dan masyarakat dan pihak-pihak terkait. Khususnya untuk audiens dengan ekonomi menengah ke bawah dirasa belum siap. Kemungkinan digitalisasi ini bisa diterapkan, tetapi tentu secara bertahap” pungkasnya.

 

Sumber, okezone.com

Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.