Diskusi Publik: Intergrasi Data dan Kesehatan Inklusif; Potret Santri dan Pesantren

Home / Uncategorized / Diskusi Publik: Intergrasi Data dan Kesehatan Inklusif; Potret Santri dan Pesantren

Data tahun 2016 menunjukkan bahwa jumlah pesantren mencapai 28.961 lembaga dengan santri sebanyak 4.028.660 jiwa. Fakta menunjukkan dengan sistem tinggal di pondok, santri selama ini rentan dengan penyakit. Baik itu yang sifatnya ringan hingga berat. Karena itu, per bulan, sesuai data yang diperoleh MediaLink, paling tidak rata-rata 2 dari 100 santri sakit setiap bulannya.

Belum jika dilanda wabah demam berdarah, misalnya, maka peningkatan yang sakit akan sangat signifikan. Repotnya, jika harus dikirim ke rumah sakit dengan biaya, sementara sebagian besar santri dari kalangan menengah ke bawah, maka biasanya memilih dibawa pulang ke orang tuanya masing-masing untuk mendapat perawatan.

Fakta-fakta inilah yang ditemukan MediaLink di Wonosobo Jawa Tengah selama mendampingi santri terkait program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ada ribuan santri berasal dari luar daerah Wonosobo yang belum tercover BPJS, sehingga menyulitkan saat sakit. Ada beberapa skema kepesertaan santri dalam JKN ini yang telah dicoba, tetapi masih menemui jalan buntu. Untuk membahas hal-hal inilah diskusi publik dengan tema, “Integrasi Data dan Kesehatan Inkulusif: Potret Santri dan Pesantren.

Para narasumber (Mujtaba Hamdi dan Asti Meiningsih dari MediaLink serta Mangisi Raja Simarmata dari BPJS Kesehatan Pusat) dipandu oleh moderator, Fathuri

Para narasumber (Mujtaba Hamdi dan Asti Meiningsih dari MediaLink serta Mangisi Raja Simarmata dari BPJS Kesehatan Pusat) dipandu oleh moderator, Fathuri

“Sudah seharusnya para santri itu memiliki jaminan kesehatan,” kata Astin Meiningsih

“Sudah seharusnya para santri itu memiliki jaminan kesehatan,” kata Astin Meiningsih

“Dulu, kebijakan kepesertaan untuk santri itu harus kolektif minimal 100 orang. Sekarang kebijakannya tanpa syarat minimal,” ujar Mangisi Raja Simarmata

“Dulu, kebijakan kepesertaan untuk santri itu harus kolektif minimal 100 orang. Sekarang kebijakannya tanpa syarat minimal,” ujar Mangisi Raja Simarmata

“Jumlah pesantren di Indonesia lebih dari 28.000 dengan jumlah santri lebih dari 4 juta. Namun, belum ada data berapa banyak santri yang sudah masuk dalam cakupan jaminan kesehatan nasional (JKN), terutama penerima bantuan iuran bagi santri dari keluarga tidak mampu,” ungkap Mujtaba.

“Jumlah pesantren di Indonesia lebih dari 28.000 dengan jumlah santri lebih dari 4 juta. Namun, belum ada data berapa banyak santri yang sudah masuk dalam cakupan jaminan kesehatan nasional (JKN), terutama penerima bantuan iuran bagi santri dari keluarga tidak mampu,” ungkap Mujtaba.

Recommended Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.