DPRD : Pungutan Liar, Direktur RSUD Jangan Menambah Kecurigaan Publik

Home / Peristiwa / Daerah / DPRD : Pungutan Liar, Direktur RSUD Jangan Menambah Kecurigaan Publik
By
In Daerah

tersaji.blogspot.comSangat disayangkan di era keterbukaan publik, seorang dr.Berounly Star Rey, MPH yang menjabat sebagai Direktur di Rumah Sakit Umum Daerah dr.Achmad Dipenegoro Putussibau sepertinya tidak mengerti apa yang harus ditutupi dan apa yang dirahasiakan. Setiap orang berhak mendapatkan informasi. Seorang Wartawan dalam setiap menjalankan tugas kewartawanannya, dilindungi dan sudah tertuang dalam Undang-Undang Pers, apalagi dengan adanya UU KIP No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Intruksi Presiden Dr.H.Susilo Bambang Yudhoyono tentang Keterbukaan Informasi Publik, harus transparan dan tidak boleh lagi ada sesuatu yang ditutup–tutupi oleh seorang penyelenggara pemerintahan/lembaga yang didanai, apalagi yang menyangkut APBD/APBN.

“Kami tidak bisa memberikan data jumlah pemakaian benang jahit yang sudah digunakan oleh dokter untuk operasi, data tersebut tidak boleh keluar, kecuali pihak Kejaksaan dan Pengadilan yang minta kepada kami, baru kami akan berikan, ungkap dr.Berounly Star Rey,MPH Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr.Achmad Dipenegoro Putussibau, Rabu (6/2-2013), Via telepon selulernya kepada Radar Nusantara.

Sementara Ade M. Zulkifli, SAP Ketua DPRD Kapuas Hulu di ruang kerjanya, Rabu (6/2-2013) mengatakan sangat menyayangkan sikap Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr.Achmad Diponegoro Putussibau. Kalau seperti itu akan menambah kecurigaan publik apa lagi adanya pungutan liar yang dilakukan seorang Dokter Spesialis Bedah. karena bagaimana pun setiap orang berhak mendapatkan informasi.

“Kalau misalnya seorang Dokter ada tawar menawar dengan seorang pasien kelas III yang menggunakan Jamkesmas dan Jamkesda mengenai pembelian benang, saya nilai itu tidak benar, karena ini sudah ada anggaran yang jelas yang dianggarkan melalui APBD. saya nilai ini ada sesuatu,” tandasnya.

Terkait pungutan liar, Ade M.Zulkifli,SAP melakukan komunikasi kepada Direktur RSUD. Dalam pembicaraan tersebut Direktur RSUD mengatakan akan membuat teguran terakhir secara tertulis kepada dokter yang melakukan pungutan liar.

Menurut Iman Sahbirin, S.Pdi Ketua Komisi A DPRD Kapuas Hulu, Rabu (6/2-2013), di ruang kerja Ketua DPRD mengatakan anggaran tersebut sebesar 3 Milliar Rupiah lebih setiap tahunnya. Terkait masalah laporan adanya pungutan liar yang dilakukan oleh seorang Dokter Spesialis Bedah (dr.Benny_red) pada tanggal 14 Januari 2013 yang lalu kita sudah melakukan pertemuan dengan pihak Rumah Sakit, tetapi Dokter yang bersangkutan tidak hadir, namun yang hadir Direkturnya.

“Pada saat pertemuan tersebut kita memberikan kesempatan kepada Direktur untuk melakukan pembinaan kepada anak buahnya yang melakukan pungutan liar tersebut agar tidak melakukan tindakan yang serupa. Tetapi sepertinya pemanggilan dan teguran tersebut tidak diperdulikan” pungkasnya.

Ditemui di tempat terpisah A.Manyu, A.Md, Kep. Anggota Komisi A DPRD Kapuas Hulu mengatakan bahwa sampai saat ini Dokter tersebut masih melakukan pungutan liar, contohnya pasien dari Jongkong, beberapa hari yang lalu di mintai uang sebesar 5 Juta Rupiah padahal hanya operasi Hernia.

Sumber : www.radarnusantara.com

Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.