ICEL Sesalkan Data Kerusakan Lingkungan Tidak Muktahir

Home / Kegiatan / Media / ICEL Sesalkan Data Kerusakan Lingkungan Tidak Muktahir

Jakarta – Indonesian Center Environmental Law(ICEL) menyesalkan data kasus-kasus kerusakan lingkungan yang dilakukan antara lain oleh perusahaan tidak dimutakhirkan dalam data pemerintah.

“Kementerian Lingkungan Hidup di era SBY sudah menerbitkan data-data mengenai kasus lingkungan. Namun, datanya tidak ‘update’ (mutakhir). Data dibuka pada 2014, tetapi kasus yang dimunculkan hanya sampai pada 2010,” kata peneliti ICEL Astrid Debora dalam keterangan tertulis, Rabu (17/12).

Astrid mengakui, sejak era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah banyak regulasi terkait keterbukaan informasi di sektor lingkungan hidup.
Namun, ujar dia, implementasi dari regulasi tersebut masih dinilai tidak memadai dan lamban.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengapresiasi perusahaan peraih Proper Emas yang berhasil meningkatkan efisiensi perusahaannya dalam pengelolaan lingkungan.

“Kerusakan lingkungan yang dibuat oleh suatu industri akan dirasakan oleh sekelilingnya. Karena itu dunia bersatu, lingkungan hidup harus selalu diperbaiki,” kata Wapres pada malam anugerah lingkungan Proper di Jakarta, Selasa (2/12).

Sembilan perusahaan memperoleh peringkat Emas dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper). Penilaian tersebut didasarkan pada peningkatan efisiensi kinerja perusahaan dibandingkan dengan produksi limbah dan keanekaragaman hayati yang dikorbankan.

Kesembilan perusahaan yang memperoleh predikat Emas antara lain PT Badak NGL, PT Medco E&p Indonesia. PT bukit asam persero tbk, PT Pertamina Geothermal Energi area Kamojang, PT Holcim Indonesia tbk, PT Biofarma Persero, PT Pertamina persero terminal bbm Rewulu, Star Energi Geothermal Wayang Windu Limited, dan PT Pertamina DPPU Ngurah Rai.

Pada 2013-2014 sebanyak 1.908 perusahaan menjadi peserta Proper, sementara peringkat Hijau berjumlah 121 perusahaan, peringkat Biru 1.224 perusahaan, peringkat Merah 516 perusahaan dan peringkat Hitam 21 perusahaan.

Penulis: /FQ
Sumber: Beritasatu

Sumber Foto : Asik Medialink

Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.