Indonesia Perlu Regulasi Industri Konten

Home / Kegiatan / Akses Informasi / Indonesia Perlu Regulasi Industri Konten

Jakarta – Pemerintah perlu meregulasi industri konten (telekomunikasi) di Indonesia untuk melindungi kepentingan publik dan memberi kepastian kepada industri tersebut.

Regulasi ini dianggap sudah perlu, karena perkembangan teknologi komunikasi yang mengarah pada munculnya konvergensi telekomunikasi dan media, menciptakan adanya area abu-abu yang memungkinkan kasus yang merugikan konsumen seperti pencurian pulsa, dapat terulang lagi.

Mujtaba Hamdi, Koordinator Program MediaLink, mengatakan dalam diskusi mengenai pengaturan industri konten di era konvergensi media, Selasa (17/04), perkembangan teknologi komunikasi serta kemunculan industri konten merupakan sebuah keniscayaan.

“Pemerintah harus meregulasi industri ini, sehingga ada perlindungan terhadap publik sekaligus memberi kepastian hukum bagi berkembangnya industri konten kreatif,” kata Mujtaba.

Mujtaba pun menambahkan bahwa pengaturan industri konten harus mengacu kepada dua dimensi peraturan yang menaungi industrinya, yaitu regulasi industri penyiaran dan regulasi industri telekomunikasi. Dikatakannya pula, bahwa persoalan menyangkut industri konten seharusnya dikembalikan lagi kepada kedua aturan tersebut.

Namun, menurut Mujtaba lagi, dalam konteks ini Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) yang mengatur industri konten belumlah cukup untuk memberi kepastian hukum. “Ada irisan di mana ada pengaturan tentang aspek konten dan pemanfaataan teknologinya,” ujar Mujtaba.

Lebih jauh, dukungan akan perlunya regulasi untuk industri konten itu juga diutarakan oleh praktisi di bidang tersebut. Joseph Lumban Gaol, Co-Chairman Mobile Marketing Association, menyatakan harapannya akan adanya regulasi industri konten komprehensif dan holistik.

Joseph mengatakan, langkah penguatan regulasi ini perlu diambil, untuk memberikan perlakuan yang adil kepada semua pelaku industri konten, sekaligus memberi pelindungan terhadap publik sebagai konsumen.

“Kami menginginkan agar publik mendapatkan hak mereka, berupa informasi yang transparan dan edukasi yang komprehensif mengenai industri ini, serta diberdayakan dalam memilih layanan yang benar dari provider yang benar pula,” tuturnya.

 

Sumber, www.beritasatu.com

Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.