Informasi Publik Masih Banyak Menggunakan Satu Format

Home / Kegiatan / Akses Informasi / Informasi Publik Masih Banyak Menggunakan Satu Format

Informasi Publik yang berada di Badan Publik saat ini masih banyak menggunakan format dokumen dan arsip saja padahal menurutnya, saat ini sudah zaman teknologi. Berbeda dengan di Amerika, ada salah satu televisi berbayar yang menyiarkan rekaman mengenai pembuatan UU ketenagakerjaan. Demikian disampaikan Paulus Widiyanto, aktivis masyarakat sipil sekaligus penasehat Perkumpulan Media Lintas Komunitas (Media Link) kepada Jurnas.com saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (19/3). “KIP Jilid II dan keberpihakan kepada isu-isu publik” ujarnya.

Menurutnya, badan publik masih menyimpan data yang bersifat data saja. “Belum sampai pada dilihat dan didengar,” katanya.

Paulus menekankan bahwa ke depan informasi publik yang ada di badan publik harus diarahkan kepada informasi yang bisa dilihat, didengar dan dibaca, salah satunya rekaman. “Informasi semacam itu juga akan memudahkan bagi media elektronik untuk mendapatkannya,” katanya.

Menurutnya, dalam Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik no 14 tahun 2008 pada pasal 1 poin satu dijelaskan bahwa Terminologi Informasi adalah keterangan, pernyataan, gagasan dan tanda-tanda yang mengandung nilai, makna dan pesan, baik data, fakta maupun penjelasannya yang dapat dilihat, didengar dan dibaca yang disajikan dalam berbagai kemasan dan format sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara elektronik dan nonelektronik. “Informasi tolong dilhat dari tiga hal diatas,” katanya.

Selain itu, Paulus mengatakan bahwa permintaan informasi publik masih bersifat elitis. “Contohnya, LSM yang meminta informasi,” katanya. Menurutnya, untuk kelompok perorangan itu masih sedikit. Oleh karena itu masyarakat biasa harus didorong untuk memperoleh informasi publik yang dibutuhkan.

Sumber : www.jurnas.com

 

Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.