Komisioner KIP Harus Orang Bijak

Home / Kegiatan / Akses Informasi / Komisioner KIP Harus Orang Bijak

Posisi Komisioner KIP sebaiknya diisi oleh orang-orang yang bijaksana dalam membuat keputusan. Sikap itu merupakan jaminan agar Komisi Informasi Pusat (KIP) bisa bertugas sebagaimana mestinya, yaitu mendorong masyarakat agar memperoleh manfaat dari UU KIP.

Paulus Widiyanto dari Koalisi FOINI dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (26/3) mengatakan tahapan seleksi komisioner KIP, selain harus bisa menjaring orang-orang yang bijak, juga sedapat mungkin merekrut mereka yang bisa menjaga etika sesuai tupoksi jabatannya.

“Jangan sampai kejadian pejabat KIP yang melanggar kode etik seperti tahun lalu terulang lagi,” ujar Paulus.

Karena itu persoalan moral yang disebutkan oleh Paulus alangkah baiknya bisa ditekankan selama proses seleksi berlangsung. Misalnya saat tes psikologi, penguji harus bisa mendapatkan calon-calon yang sesuai dengan karakteristik yang dimaksud Paulus.

“Saat fit & proper test juga demikian, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sedianya bisa dijawab dengan mantap. Bahkan diharapkan para calon bisa menjawab dengan argumen yang lebih bermutu, contohnya mereka punya strategi jitu agar masyarakat bisa mendapat informasi yang dibutuhkan,” tutur Paulus.

Di sisi proses pencalonan, Wakil Ketua Panitia Seleksi Suprawoto mengatakan pihaknya sudah berupaya untuk bersikap obyektif. Waktu sempit, yaitu sekitar empat bulan sejak Maret ini sudah diusahakan agar membuat KIP diisi oleh orang-orang yang diharapkan Paulus.

“Panitia pelaksana tidak tahu siapa saja yang mendaftar, kami baru buka nama-nama yang masuk saat mengumumkan siapa saja yang lolos ujian tertulis. Itu bukti transparasi kami,” kata Suprawoto.

Bahkan untuk tes psikologi, Suprawoto mengklaim bahwa pihaknya sudah menitipkan pesan kepada para penguji agar materi tes sesuai dengan kebutuhan seleksi.

Sumber : www.metrotvnews.com

Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.