Lemahnya Kinerja AICHR

Home / Peristiwa / Pusat / Lemahnya Kinerja AICHR
By
In Pusat

Jakarta – Senin kemarin (7/5), bertempat di gedung Komisi Yudisial, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, diadakan diskusi publik dan launcing report atas kinerja ASEAN Intergovernmental Comission on Human Rights (AICHR). Ini adalah komisi HAM yang beranggotakan seluruh negara-negara di bawah payung ASEAN. AICHR sendiri secara kesejarahan terbentuk semenjak KTT ASEAN ke-15 di Thailand 2009. Meskipun telah berdiri selama tiga tahun, akan tetapi beberapa kalangan menilai lembaga ini belum menunjukkan kinerja yang berarti untuk isu-isu HAM di tingkat ASEAN.

 

Beberapa hal yang menjadi sorotan atas lambannya kinerja AICHR ini diantaranya terkait dengan transparansi informasi dan juga dokumen-dokumen yang dihasilkan oleh lembaga ini. Beberapa lembaga masyarakat sipil menyatakan bahwa mereka merasa kesulitan dalam mengakses tentang kegiatan dan hasil yang sampai saat ini dicapai oleh AICHR. Baik itu dilakukan melalui internet maupun meminta secara langsung ke Kementerian Luar Negeri dan juga AICHR sendiri.

Kondisi di atas ditambah lagi dengan minimnya komunikasi yang terbentuk antara AICHR di satu sisi dengan organisasi masyarakat sipil di sisi yang lain. Padahal jika kita merujuk mandat dan fungsi AICHR yang termaktub dalam kerangka acuan kerja mewajibkan untuk melakukan dialog dan konsultasi selain dengan badan-badan ASEAN. Selain itu juga tentunya melakukan komunikasi dengan organisasi masyarakat sipil. Hal senada juga diungkapkan Dina Wisnu, dosen Universitas Paramadina, yang mengatakan sampai saat ini AICHR memang belum banyak menggandeng kalangan organisasi masyarakat sipil untuk melakukan dialog bersama.

Keengganan AICHR dalam menggandeng masyarakat sipil untuk melakukan dialog menurut Dina menunjukkan bukti jika pemerintah masing-masing negara di ASEAN masing belum memahami sepenuhnya esensi HAM. HAM, tambahnya, seringkali dianggap sebagai beban bagi pemerintah.

Sementara itu menanggapi kebebasan berpendapat dan hak atas informasi, menurut Marzuki Darusman, pegiat HAM, mengatakan bahwa Indonesia kondisinya lebih baik daripada negara-negara ASEAN lainnya. Meskipun ia juga menggarisbawahi jika kabar gembira tersebut hanya pada sisi normatif semata. Lebih lanjut menyikapi kondisi AICHR, Marzuki mengatakan, “Jika AICHR tidak bisa berbuat lebih. Maka menurut saya, lembaga ini tidak signifikan lagi untuk diteruskan keberadaannya ditahun-tahun mendatang.”

Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.