Mahasiswa Pranata Kecam Kejari Bekasi Bobrok

Home / Peristiwa / Daerah / Mahasiswa Pranata Kecam Kejari Bekasi Bobrok
By
In Daerah

Sejumlah aktivis mahasiswa dari Dewan Presidium Mahasiswa (DPM) Pranata Indonesia melakukan aksi demo di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi Kota, Jumat (19/10/2012). Dalam tuntutannya, para mahasiswa tersebut meminta agar Kepala Kejari (Kajari) Bekasi Kota, Irnensif SH segera mengeksekusi (menangkap, red) terpidana Bagas Subarnowo dan Wahyu Mulyana dalam waktu 3 x 24 jam.

Selain meminta untuk segera menangkap dua PNS Kota Bekasi terpidana kasus korupsi dana kompensasi TPA Bantar Gebang Bekasi tersebut, mereka juga menuntut agar Kajari Bekasi tidak ‘main mata’ untuk setiap kasus yang sedang ditanganinya dan berani memberikan informasi yang sebenarnya sesuai UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Tuntutan untuk segera melakukan tes urine kepada seluruh pegawai kejaksaan itu, juga dilontarkan para mahasiswa dalam waktu 3 x 24 jam terhitung sejak hari itu yang terimbas dari prilaku buruk Hakim Pengadilan Negeri Bekasi, Puji Wijayanto SH yang tertangkap tangan saat berpesta narkoba baru-baru ini.

Menanggapi aksi demo itu, Kasi intelijen Kejari Bekasi, Waluyo SH kepada para mahasiswa meminta maaf atas ketidak hadiran Kajari Bekasi karena sedang ada rapat di Kejagung. Menurut Waluyo, untuk kasus terpidana Bagas Subarnowo dan Wahyu Mulyana sudah menjadi prioritas untuk menangkapnya dan sudah menjadi TO Kejari Bekasi.

Dikatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas masukan yang diberikan para mahasiswa, namun dirinya tidak dapat langsung memberi  jawaban untuk tuntutan melakukan tes urine yang diminta mahasiswa, karena harus berkordinasi dulu kepada kajari. “Untuk setiap kasus agar dipublikasikan dan melakukan tes urine kepada seluruh pegawai akan kami kordinasikan dulu kepada pak kajari,” tandas Waluyo.

Karena merasa hanya mendapat jawaban normative dari Kasi Intelijen Kejari Bekasi tersebut, kordinator demo yang juga sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPM Pranata Indonesia, Hasan Basri mengaplikasikan kekecewaan mereka dengan membentuk lingkaran di tengah jalan dan membakar seluruh poster dan kartun-kartun berisi kecaman yang dibawa serta melemparkan beberapa kondom ke dalam pekarangan pertanda bobroknya kinerja Kejari Bekasi.

Kepada SENTANA, Hasan Basri berjanji akan melakukan demo kembali dengan jumlah yang lebih banyak. “Kami sangat kecewa dengan jawaban-jawaban normative tersebut. Dan inilah bukti dari kebobrokan yang dilakukan Kejari Bekasi yang selalu tertutup dengan kasus-kasus yang ada. Dalam waktu seminggu ini, kami akan datang kembali dengan jumlah yang lebih banyak lagi,” tegasnya.

Sumber : www.sentanaonline.com

Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.