OGP Summit Georgia: Open Parlemen Indonesia Mendesak untuk Dideklarasikan

Home / Artikel / OGP Summit Georgia: Open Parlemen Indonesia Mendesak untuk Dideklarasikan

Tbilisi, Georgia—Pelaksanaan Open Government Partnership (OGP) Summit di Georgia telah menjadi momentum penting bagi keterbukaan parlemen di Indonesia. Parlemen Indonesia diundang oleh parlemen Georgia untuk ikut serta dalam kegiatan ini, dalam rangka menguatkan komitmen parlemen menjadi lebih terbuka dan akuntabel.

Direktur Eksekutif Indonesia Parliamentary Watch (IPC), Ahmad Hanafi yang menjadi salah satu perwakilan delegasi masyarakat sipil di OGP Summit Georgia, mengatakan, komitmen open parlemen di Indonesia mendesak untuk diimplementasikan sebagaimana yang disampaikan oleh salah satu pimpinan DPR RI, Fadli Zon pada saat bertemu dengan perwakilan masyarakat sipil Indonesia di Georgia. Menurut Hanafi, kemendesakan tersebut karena sejumlah alasan, diantaranya adalah DPR perlu membangun citra dan komitmen yang baik di hadapan konstituen di tengah situasi menurunnya kepercayaan publik terhadap DPR. “Dengan keterbukaan, kepercayaan tersebut lambat laun akan semakin meningkat seiring diketahuinya kebijakan dan kegiatan DPR oleh publik luas,” katanya.

“Kami mendukung komitmen parlemen Indonesia untuk mendelarasikan parlemen yang terbuka (open parlemen).” kata Ahmad Hanafi di sela-sela Open Government Partnership Summit (OGP Summit) di Tbilisi, Georgia, Kamis (19/7). Deklarasi parlemen tersebut, lanjut Hanafi, sebagai langkah awal dalam mewujudkan parlemen yang terbuka dan akuntabel, sebagaimana dibahas dalam pertemuan perwakilan parlemen yang hadir dari berbagai negara di Gedung Parlemen Georgia, Selasa (18/9).

Darwanto, Program Manager Media Lintas Komunitas (MediaLink), mengemukakan bahwa parlemen Indonesia dapat belajar dari berbagai parlemen di negara-negara yang sudah menerapkan open parlemen terlebih dahulu, misalnya Georgia.

“Deklarasi yang akan dilakukan oleh parlemen Indonesia pada Agustus-September mendatang, sebagaimana komitmen yang disampaikan oleh pimpinan DPR, perlu ditindaklanjuti dengan tindakan-tindakan yang lebih konkrit dan nyata. Yaitu, menyusun Rencana Aksi Nasional Open Parlemen dengan menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan, partisipasi, akuntabilitas dan pengembangan inovasi untuk mendukung ketiga prinsip. Sehingga diharapkan, ke depan parlemen Indonesia memiliki citra yang lebih baik di mata public”.

OGP Summit merupakan konferensi tingkat tinggi dua tahunan yang diselenggarakan untuk memajukan agenda tatakelola pemerintahan yang mengedepankan kolaborasi, transparansi, keterbukaan informasi, partisipasi publik dan akuntabilitas publik. OGP Summit ke-5 tahun ini diselenggarakan di Tbilisi, Georgia, dan diikuti perwakilan pemerintah, masyarakat sipil dan parlemen dari 76 negara anggota.

Ketua KPK Agus Raharjo, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko, Wakil Ketua DPR-RI Fadli Zon dan beberapa perwakilan dari Kementerian seperti Bappenas, Kementerian Luar Negeri dan Kemenkumham hadir dalam pertemuan ini. Unsur masyarakat sipil yang turut hadir adalah MediaLink, Indonesia Corruption Watch (ICW), Indonesian Parliamentary Center (IPC) PWYP Indonesia, International NGO Forum on Indonesian Development (INFID), YLBHI dan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA). *

Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.