Pers Dibungkam, Hak Informasi Untuk Publik Dikebiri

Home / Peristiwa / Daerah / Pers Dibungkam, Hak Informasi Untuk Publik Dikebiri

Solo – Pers yang disebut sebagai pilar keempat dalam demokrasi ternyata masih mengalami pembungkaman.Hal ini terjadi di Semarang terkait kasus suap Sekda Semarang nonaktif Akhmat Zaenuri.
Menanggapi pembungkaman ini ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang menyayangkan upaya secara sistematis pembungkaman terhadap pers/media.Ketua AJI Semarang, Renjani Puspa Sari, mengatakan demi menjaga citra baik pihak/pejabat tertentu pemberitaan di media massa dalam sidang kasus suap yang dilakukan Sekda Semarang terhadap anggota DPRD tak utuh.

Ketika dihubungi wartawan di Semarang, Kamis (23/2/2012), Renjani mengatakan, ”ada pengkaburan isi berita.Berita yang mestinya merujuk materi pokok persidangan secara utuh dengan menyebutkan siapa saja yang terlibat dalam skenario dan aktor dalam dugaan kasus penyuapan, ternyata tak muncul.

Lebih lanjut, Renjani mengatakan, fakta di persidangan tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang menunjukkan, jaksa penuntut umum (JPU) dalam surat dakwaannya menyebutkan bila walikota Semarang, Sumarmo HS ikut terlibat atau setidaknya mengetahui rencana penyuapan yang dilakukan Sekda Akhmat Zaenuri.

”Bila dalam pemberitaan nama walikota tak disebutkan, jelas mengkebiri hak publik untuk mendapatkan informasi yang jujur dan transparan sesuai dengan fakta”, katanya.

Menurut dia, pers seharusnya menjadi benteng terakhir untuk mengontrol tata pemerintahan yang bersih dan penegakan hukum, setelah masyarakat tak lagi percaya dengan lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Kendati dia mengakui adanya kekuatan besar yang secara sistematis mempengaruhi sikap redaksi di beberapa media, untuk tak memberitakan keterlibatan pihak tertentu dalam kasus tersebut.

” Kami sadar, kekuatan besar itu susah dilawan para jurnalis.Namun kami menyerukan supaya menegakkan kembali fungsi pers sebagai kontrol.Mengembalikan fungsi pers kepada kepentingan publik, ” ujar Renjani.

 

Sumber Berita: Wendy Setiawan, SOLOPOS (24/2/2012).

Sumber Gambar

Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.