RIGHT TO KNOW DAY

Home / Peristiwa / Pusat / RIGHT TO KNOW DAY

Ignorance is the curse of GOD,

knowledge is the wing wherewith we fly to heaven..

(Shakespeare)

JAKARTA–Betapa mengerikannya sebuah ‘ketidaktahuan’, sebagaimana digemakan oleh penyair Inggris abad 16 itu. Ketidaktahuaan memenjarakan manusia di dalam kubur gelap tanpa ‘pengetahuan’. Padahal pengetahuan-pengetahuanlah yang telah membentuk tatanan peradaban dimana manusia hidup saat ini.

Mengingat pentingnya ‘pengetahuan’, maka penting pula melakukan proses untuk ‘tahu’, yakni mencari informasi. Pengetahuan adalah wujud kristalisasi dari kumpulan informasi yang telah melewati proses klasifikasi dan analisis secara ketat sekaligus dalam. Oleh sebab itu sebelum mencapai tingkat pengetahuan tertentu, manusia perlu berupaya mencari ‘tahu’ melalui kepingan-kepingan informasi. Upaya pencarian, perolehan, dan pemanfaatan informasi demi memenuhi kebutuhan hidup serta membawa manfaat pada cara kehidupan yang lebih baik, merupakan hak asasi bagi manusia.

Warga dunia boleh bersuka-cita karena pada tahun 2002, telah lahir ‘Hari Hak untuk Tahu’ atau lebih dikenal dengan istilah internasionalnya ‘Right to Know Day”. Hari tersebut jatuh pada tanggal 28 September. Ditetapkan berdasarkan pertemuan terakhir konferensi advokasi Freedom of Information (FOI) yang diselenggarakan pada 26-28 September 2002 di Sofia, Bulgaria. Organisasi FOI itu sendiri terdiri dari 15 negara di dunia antara lan, Albania, Armenia, Bosnia, Bulgaria, Georgia, Herzegovina, Hungary, Latvia, Macedonia, Mexico, Moldovo, Rumania, Slovakia, South Africa, dan Amerika Serikat.

Saat ini sudah empat puluh negara turut merayakan ‘Right to Know Day’, tidak terkecuali di Indonesia. Mengacu pada pedoman negara, UUD 1945 Pasal 28F, Indonesia telah merumuskan dasar hukum demi melindungi usaha rakyatnya untuk tahu melalui akses informasi.

“Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia”.

Berkembang dari Pasal 28F UUD 1945 tersebut, Indonesia pun telah menelurkan UU No 14 Tahun 2008 mengenai Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) yang mulai diberlakukan secara efektif pada 1 Mei 2010. Di Asia, Indonesia merupakan negara kelima yang secara spesifik memberlakukan peraturan untuk menjamin transparansi informasi bagi warga negaranya.

Penetapan ‘Right to Know Day’ di tanggal 28 September menjadi senjata penting demi mendesak pemerintah dan badan-badan publik di semua negara agar melaksanakan kewajibannya untuk membuka serta meluaskan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh publik secara merata dan berkeadilan. Tanpa itu, warga dunia hanya akan tetap dibutakan oleh ketidaktahuan yang sengaja diciptakan. *

 

© MediaLink

 

Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.