Sekjen PBB: Kebebasan Jurnalis Asia Pasifik Terancam

Home / Peristiwa / Pusat / Sekjen PBB: Kebebasan Jurnalis Asia Pasifik Terancam
By
In Pusat

Jakarta – Sekjen PBB , Ban Ki-moon, mengatakan bahwa kecepatan arus informasi di Asia Pasifik ternyata belum diimbangi dengan kebebasan pers bagi para jurnalis. Hal tersebut disampaikan dalam pidato tertulisnya, yang dibacakan pada pembukaan Asia – Pasific Institute for Broadcasting Development (AIBD), di Bangkok, Thailand, Selasa, 29 Mei 2012.

“Media di kawasan Asia Pasifik memasuki perubahan yang cepat, di mana internet dan media sosial menjadi amat penting untuk berbagi informasi. Namun bagi sebagian banyak orang, kemajuan pembelahan digital ini belum menjadi realitas. Di banyak belahan di kawasan ini, kebebasan pers masih terancam sensor pemerintah, keengganan untuk menyiarkan dan serangan pada para wartawan. Kita tidak boleh lupa bahwa media yang independen dan bebas, adalah batu loncatan tidak hanya bagi demokrasi, tapi juga tumbuhnya masyarakat yang sehat,”  ungkap Ban Ki-moon.

Pernyataan Sekjen Ban ini didukung pula oleh Sekjen ASEAN, Surin Pitsuwan, yang mengatakan bahwa pesatnya penggunaan media sosial lewat jaringan internet di Asia Pasifik, seharusnya memperkuat para jurnalis dalam era yang demokratis.

Selaku  Presiden Dewan Eksekutif Asia-Pasific Institute for Broadcasting Development (AIBD), Indonesia telah berpartisipasi  dalam sidang Asia Media Summit (AMS) ke- 12, di Bangkok, 26 – 30 Mei 2012.

Indonesia menjadi ketua dari  26 negara anggota AIBD, 5 anggota pengamat, dan anggota afiliasi dari para pengelola/operator media di Asia Pasifik.

“Pertemuan ini dihadiri wakil dari pemerintah, pengelola media, serta para wartawan se  Asia Pasifik ini dihadiri sekitar 700 orang wakil dari kawasan,” kata Direktur Infomed Kementerian Luarnegeri P.L.E Priatna melalui rilis yang diterima The Atjeh Post, Rabu, 30 Mei 2012.

Freddy Tulung, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP)-Kementerian Komunikasi dan Informasi ditunjuk sebagai Presiden Dewan Eksekutif AIBD.  Ia  memimpin delegasi RI antara lain Selamatta Sembiring (Direktur Layanan Informasi Internasional), P.L.E. Priatna (Direktur Informasi dan Media-Kemenlu),  didamping 2 staf Filmon Warouw dan Lady Anggraeny.

Acara yang berlangsung sejak 26 – 30 Mei 2012 juga diisi dengan berbagai workshop; antara lain bertema “Peran Media Dalam Konflik dan Pembangunan” dan “Dapatkah  Media Membuat  Perubahan  dan  Membangun Media Literasi bagi Publik, sekaligus Kepercayaan yang makin kuat terhadap Media”.

Selanjutnya, kata Priatna, Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan forum Asia Media Summit ke-13 di Menado, pada tahun 2013 mendatang.

 

Sumber, atjehpost.com

Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.